Kamis, 31 Juli 2008

Mereka remove dari RUMAH kami


aku kurang mengetahui sebab kepergian mereka dari RUMAH besar yang selalu kami kunjungi, dari pagi hingga pekan kami selalu bersama- sama membangun agar rumah itu dapat berdiri kokoh dan terus membesar...

Rasa capek, letih, sama sama kami pikul, tertawa dan selalu cengkrama untuk mengisi luang dikala sedang bekerja....

Mungkin mereka semua sudah merasa cukup banyak membantu si Penghuni RUMAH dan mempercayainya kepada kami yang ditinggalkan untuk melanjutkan pengembangan...
Mungkin ada rumah lain yang ingin mereka besarkan lagi atau ingin membangun RUMAH LAIN dengan tangan sendiri...

Peraturan rumah memang membuat kita disiplin dan terus berusaha agar bekerja baik, namun itu semua tidak akan terus bertahan selama subangsih yang kita berikan tidak setimpal dengan apa yang kita dapat, bagaikan memukul batu dengan bambu, sekuat apapun tenaga kita memukul batu dengan berharap batunya pecah dan mendapatkan emas namun yang ada bambunya pecah badan letih tak terbayarkan dengan apa yang didapat...

Ini adalah sebuah kebijakan yang sangat baik bagi teman kami yang sudah pergi meninggalkan kami... mereka sudah memberi kami kesempatan untuk lebih baik lagi

bagaikan sekor kupu kupu yang baru saja selesai ber metamorofosis meninggalkan kepompong yang sudah luluh kering tak bedaya lagi, begitu juga mereka yang pergi demi sebuah keputusan dan kebaikan bagi mereka sendiri...

satu hal yang aku petik dari pengalaman ini bahwa menjadi lebih baik adalah hak setiap orang dan nasib adalah kita sendiri yang memutuskan dan hanya kita sendiri yang dapat merubahnya......peraturan tetap peraturan namun peraturan tidak akan mejadi peraturan kala tidak ada pelanggaran dan tidak ada orang yang melanggar. melanggar peraturan pun tidak selamanya salah, dan merupakan hal yang mulia kalau peraturan yang dibuat sudah benar-benar salah serta tidak masuk akal....

Minggu, 27 Juli 2008

Nomor 1


sehabis blogwalking tiba2 inget postingannya mbak nike kalo sabtu kemarin google update pagerank, sebelumnya saya sudah pernah posting tentang blog saya yang blom punya page rank, nah sekarang kabar baik buat saya kalo pagerank saya akhirnya "DIAKUI", walaupun baru ber page rank 1, ini merupakan awal dari perjuangan saya untuk tetap ngeblog.

walaupun masih 1 tapi semangat ku tetap supaya satu-satu yang lain bakal berkumpul dan menjadi angka yang lebih besar :)

Rabu, 23 Juli 2008

Duit Monyet

Masih ingatkah kamu dengan gambar uang diatas ? yap itu gambar uang kertas pecahan Rp.500 keluaran Bank Indonesia, uang kertas bergambar orang utan ini sangat populer di kalangan saya dan teman teman saya pada waktu itu.

Uang pecahan ini berseri tahun 1992 dengan ukuran 140 x 68 mm, warna dominannya hijau dengan tanda air haji oemar said tjokoroaminoto. gambar depatnya orang utan dan dibelakangnya gambar rumah tradisional kalimantan timur.

Pada saat itu saya masih berumur 5 tahun, ceritanya saya mau diberi uang oleh oom dalam rangka hari raya idulfitri.. karena yang dikasih adalah uang pecahan Rp.5000 dimana pada saat itu uang pecahan tersebut tidak ada gambar monyetnya, maka saya pun bersih keras untuk menungkar uang yang ada gambar monyetnya...

kalo dipikir pikir alangkah bodohnya aku menungkar uang Rp.5000 dengan Rp.500 lantaran tidak ada gambar monyet nya.. hehe.
maklum waktu itu saya masih kurang ngerti dengan nilai suatu mata uang, kan masih kecil..
tapi kalo sekarang disuruh pilih uang Rp.50000 dengan uang bergamba monyet.. pasti milih yang 50 ribu :D...